Senin, 07 Maret 2011

tersesat dalam pencarian

Tanpa ku sadari ku tersesat di sini
Dalam kelamnya gelap pencarianku
Adakah di sana secercah cahaya keabadian
Tuk menunggu bayangku yang jauh tertinggal
Sejukkan peluhku yang basah memedihkan luka
Hapus rintihan perihku yang terukir
Dalam beningnya tetes air mata
Memanggil hujan di cerahnya hari
Yang sempat gelap dan memudar
Bersama derasnya guliran waktu
Yang tak pernah sedetikpun berhenti
Menyempurnakan segala hayal
Dalam satu ungkapan rasa di harapmu
Yang tlah ku berikan untuk menenggelamkanmu

membunuh waktu

berjalan dalam kegelapan
seperti berjalan dalam kehampaan

hanya berpatok pada cahaya redup serangga berpendar
tuk tentukan arah dalam perjuangan membunuh waktu
yang tak pernah bisa mau menunggu
sedetikpun disaat langkahku tertunda
yang tak mau menunggu
disaatku jauh tertinggal

Sabtu, 05 Maret 2011

kata-kata itu

dalam sebuah senja
ku tilis kata-kata itu dalam sobekan selembar kertas kecil
menggurat tinta tetesan inspirasi
yang inginkan lepas dari kungkungan ilusi
namun karna sebuah ketakutan
kemungkinan kata itu menguap tanpa bekas
membuat tangan ini gemetar tak tertata
sehingga ku takut memburaikan kata-kata itu
kan ku cari tenang, dalam tarikan hela nafas
yang sekarang mulai tak beraturan


Jumat, 04 Maret 2011

pelangi

segan tanpa henti di ruas-ruas langit
semburat mengucur menyiram bumi

yang sudah menggigil di rendam kegelisahan
dalam tarian... bersama semilir yang menusuk sulbi
tak terperi rasa itu
tak ada pembanding yang dapat di maknakan
namun satu harpan di balik anugrah yang dipandang berbeda ini
semoga ada selendang tujuh warna itu
nampak menyembul di balik punggung sang matahari
membawa sebuah kisah cahaya yang tak bisa di ceritakan
namun indah dan membahagiakan

Kamis, 03 Maret 2011

sebuah pertanyaan

Rasa yang sedang aku rasakan ini
sungguh sangat membuat ku tersiksa
ingin aku ungkapkan
tapi tiada sedikit pun ada kepedulian yang terpancar
aku bingung tak tau harus kemana
dan kemana harus aku luahkan rasa ini
aku ingin menyebut nama Mu tapi aku takut
sebab telah begitu banyak dosa yang telah aku lakukan
mengharap sang waktu yang akan menjawab
namun hati yang gundah ini
tak mampu bergelut dengan sang waktu
sebuah pertanyaan yang selalu mengganjal dalam hati ini
apakah diaa benar-benar ingin jauh dan menjauh dari diri ini?
dan kenapa hingga saat ini tak mampu aku mencari jawabannya.

Selasa, 01 Maret 2011

liputan mendung

Senja sunyi di liputan mendung
Gerimis pun turun perlahan
Seolah ia merasa apa yang sedang aku rasakan
Ku goreskan pena ntuk ungkap perasaan
Senja berlalu berganti malam
Suasana sunyi dan sepi terasa
Tiada teman malam ini
Hati ini di landa kerinduan
Terkesan di hati sanubari
Tat kala menyatunya romeo dan juliet
Hanya mengharap dalam impian
Ku dambakan kisah indah dalam hidup ini

lorong waktu

Jelajahi lorong waktu atas keinginan temaram
Terkadang membawa hidup tak sejumput terang
Terus berjalan sesayup melangkah meski tak berarah
Yang aku tahu ada satu cahaya untuk jiwa resah
melayangkan sebersit wajah di lembayung laut utara
Seperti kini menjadi teman selangit malam
Di kotamu sadarkan kembara, bahwa engkau adalah takdir