Jumat, 08 April 2011

bumi tua

Mentari pagi bersinar cerah
udara pagi  begitu menyejukan
Burung-burung berkicau riang
Menyambut indahnya pagi ini

Hari demi haripun berganti
Berbulan-bulan telah kita lalui
Bertahun-tahun telah kita lewati
Penuh dengan kesengan duniawi

Tapi kini.....
Alam telah rusak
Bumi kita telah tua
Tanpa kita menyadarinya
Kitalah yang merusak semuanya.....
                                 
Sekarang kita hanya bisa berdo'a
Kita hanya bisa berharap
Semoga allah tetap melindungi kita
Dari semua keadaan yang ada

Kamis, 07 April 2011

sunyi

Ini Sunyi
Tak pernah kau rasai
Berbilang siang berbilang malam hari
Teman-temanmu menjauh pergi
Lawan-lawanmu memusuhi tanpa nurani
Ini Sunyi
Tak pernah kau rasai
Berbilang bulan berbilang tahun di sini
Sembilu-sembilu kata-kata melayang dari kegelapan ! Berulangkali !
Luka-luka tak tampak mata membekas perih.

Selasa, 05 April 2011

dalam sunyi

Melangkah dalam sunyi
Menyusuri lingkaran waktu
Membayangi sisi-sisi hari
Merenungi sebuah perjalanan panjang dan melelahkan
Melangkah dalam sunyi
Menebar catatan langit yang singgah di ujung hati
Menyamarkan rindu
Memudarkan angan
Berbumbu pada malam yang pekat
Melangkah dalam sunyi
Membawa asa dan harapan
Terkoyak kerinduan
Terhampar di padang gersang
Mengais puing-puing mimpi
Menggali kubur dalam nurani

Senin, 04 April 2011

hati berisi mimpi

bertanya pada alam
kenapa malam ini gelap tanpa rembulan
suram, memupuk hati yang jengah
benci akan ketidak pastian...
ini hati berisi mimpi
bukan hanya sekedar gumpalan darah
ini bukan hanya sekedar kotak imajinasi
yang perlu inspirasi tuk mengabstrakkan kata
yang terserak di antara harap yang mengapung
di buih-buih putih ombak pengikis pantai

Minggu, 03 April 2011

akankah

Akankah semua ini menjadi arti
Bila kita hanya terpaku dan tetap tak mengerti
Makna segala rasa yang terberi
Dalam hasrat yang nyata di kelabuku
Hingga terus menyudutkanku ke ujung mimpi
Yang tak ingin ku akhiri
Bila hujan itu tak membasahi
Yang tak ingin tersudahi 

Sabtu, 02 April 2011

sebuah kesalahan besar

dibalik awan awan hitam semua ini menggumpal
menanti waktu untuk petir menjadi kemarahan alam
karna itu adalah saat yang tepat
untuk merenungi sebuah kesalah besar yang baru terjadi

sampai kini masih belum bisa ku temui darimu
sesuatu yang pernah hilang sebagai penghias keindahan
karna ku ragukan yang ada padamu
tak mudah untuk ku memulai
namun ku mencoba memahami ini
ini situasi sederhana namun sulit dipecahkan

Jumat, 01 April 2011

kita berbeda

aku dan daifnya diriku, sungguh tak pantas untukmu
aku dan hilafnya hatiku, sungguh tak pantas memilikimu
kita berbeda, sungguh sangat berbeda
ada sesuatu yang membuat rasa itu
walau ku akui ku inginkan indah bayangmu

ku bingung apa yang harus ku lakukan
apakah berjalan di jalan berkerikil tajam
atau memilih mundur dengan cemoohan