Selasa, 07 Desember 2010

di ujung petang

bak berjalan di ujung petang

menuju batas yg berpalang
rindu akan buaian malam

bersama embun menjaga malam

Senin, 06 Desember 2010

berakhir sama

kau sematkan pelangi

dan kau bubuhkan mendung

serta hujuan di dalamnya...


suatu rasa tersiksa yang menyenangkan

namun mungkin kan berakhir sama

di kala yang lain juga bersamanya...

Minggu, 05 Desember 2010

kenangan usang

kubakar sepucuk kenangan usang
dengan jilatan matahari tua
yang menggantung diatas tiang layar perahu kecilku
tapi justru kecemasan yang mengepul
melukis warna warna kelam cakrawala

abunya berhamburan digigit laut
menyatu dengan buih buih perihhhh

lalu, tiba tiba saja wajahmu hadir sebagai badai berkecamuk dijiwa
melemparku ketengah pusaran rinduuuu
luka semakin parahhhhh
dan akupun tenggelam tertelan ombak kepedihan..

Sabtu, 04 Desember 2010

bila

Bila sunyiku ...
Bagaikan reranting dipucuk dahan
Kering dan keriput diterpa panas dan hujan
Walau terbasuh embun jalanan dipagi hari
Terkikis segala impian dan lukisan pelangi

Bila Perihku ...
Selaksa api menghanguskan kanvas
Merengkah jantung,
Merobek denyut nadi
Namun ku kan tetap berdiri
Dalam sunyi yg tlah kutetapi ...

Jumat, 03 Desember 2010

arti pelangi

hujan...
sering kali datangnya
tak diharapkan
sebagai seimbol kesedihan

terbersit pertanyaan
di dalam fikirku

apalah arti pelangi
jika tiada hujan
yang turun silih berganti ?

apalah arti sebuah kesabaran
jika setiap masalah selalu
menjadi sebuah beban ?

Tuhanku..
Ampuni aku..
yang selalu berkeluh kesah
Terhadap kepastianmu

Kamis, 02 Desember 2010

mendung

langit masih sembab, kawan...

Rabu, 01 Desember 2010

kepada perempuanku

Ada kegundahan di kehangatan pagi
Ketika dingin menyelinap di jendela kulit
Kepada perempuanku
Tolong
Tuangkan secangkir kopi terpahit
Dan sepotong roti ternikmat untukku
Dan sapalah aku dengan senyum khasmu itu
Disini