Selasa, 08 Februari 2011

sesuatu yang terlewatkan

“sesuatu yang terlewatkan”
Tlah lama cerita ini terjadi
namun baru sekarang ku kenang lagi
sebuah kisah yang pernah terjadi
sebuah kisah yang pernah menjadi sesuatu
sebuah cerita yang menggores kenangan
dan kini kembali tuk menghantui

Tak ada cerita tanpa masa lalu
Tak ada masa lalu tanpa cerita

Sesuatu yang terlewatkan
namun aku tak ingin melewatkan sesuatu
walau itu hanyalah sebuah serpihan kecil
dari hari yang pernah terlewatkan

Minggu, 06 Februari 2011

jawaban pertanyaan yang tersisa

Kau satu hati yang bertanya
Mengapa ada satu rasa tercipta di dalam asa
Andai saja kau meluangkan waktu
Tuk sejenak menghentikan langkah
Mengatur nafas dan menoleh kebelakang
Mungkin kau kan merasakan getaran bumi
Dan kau tak perlu bertanya
Dan pasti kau kan pasti sadari
Apa jawaban pertanyaan yang tersisa
Coba kau tatap senja yang selalu kembali
Meski dia kan selalu terbenam
Namun dia mengerti mengapa dia tercipta
Karena dia tau malam telah merindukannya

Sabtu, 05 Februari 2011

karma, balasan atau sebuah kutukan

Tak mengertikah kau dengan rasa sejati ini
Rasa ini rasa yang tumbuh karena rasamu
Rasa ini bersemi dengan siraman air matamu yang menjadi tanah
Dalam penantianmu yang katamu takkan berakhir
Tapi taukah kau…!
Untuk rasa ini ada hati yang menjadi mata air dan membandang
Mengalir deras menenggelamkan cintanya
Yang dianggapnya kan selamanya abadi
Dan dikiranya sebuah cinta sejati
Menghanyutkan semua kenangan dan harapan
Yang pernah melintas mengarungi hari bersama sayap mimpinya
Tapi kini…..
Setelah ku sadari betapa berartinya hadirmu bagiku
Setelah ku jadikan kau tujuan hidupku
Setelah ku jadikan kau bidadari terakhir dalam hidupku
Dan setelah ku tinggalkan dia
Kenapa kau mulai beranjak pelan tuk pergi meninggalkanku
Mungkinkah ini karma…..?
Mungkinkah ini balasan…..?
Atau mungkin ini sebuah kutukan …?
Yang sudah tertatah dilangit untukku
Dan kini…..
Tinggallah ku sendiri merenung sepi
Dalam  kungkungan dan belenggu jiwa
Mereguk pahitnya sebuah keputusan yang menyayat banyak hati

Jumat, 04 Februari 2011

bukan malaikat berhati emas

Tiada pernah mengertikah engkau
Ku bukan malaikat yang berhati emas
Ku hanyalah seseorang yang masih bertahan
Dalam senyum yang menyayat hati
N’tah kenapa tak bisa ku pahami
Mungkin karena ku terlanjur cinta
Mungkin hatiku teralanjur sayang
Semakin hari kian ku rasakan
Sinar terang yang dulu dibelakangku
Sempat ku abadikan indah di sampingku
Namun kini mengapa sinar itu redup dan memudar
Tak bisa indahkan hari-hariku lagi
Apakah rasa itu masih tertinggal
Di waktu dalam penantianmu
Apakah cahya itu hanyalah jejak di bibir pantai
Yang sejenak terukir lalu tersapu tak berbekas
Atau mungkin cintamu bukan indahnya malam
Karena ternyata masih kelamnya senja
Akankah ini menjadi pertanda
Awal sebuah akhir cerita antara kita 

Kamis, 03 Februari 2011

di antara awang-awang surga

Malam, ketika sambit di lengkung langit

Para Malaikat melantunkan kidung Tuhan
Diantara awang-awang surga
Diiringi tabuhan tasbih bersenandung
Mengalun hingga kejora menyambut fajar
Bersimbuh embun di daun pagi adalah asal mula engkau tertanam
Yang kini terpelihara di plasenta
Ruang nafasmu berhembus di dunia.

Rabu, 02 Februari 2011

kau panggil mereka Ayah dan Bunda

Laksana pengobat rindu
Kau adalah buaian nun jauh
Menerawang adamu di ruang damai tanpa suara
Membuncah hati pecintamu menjalar
Di keheningan jendela serupa titik cahaya
Dengarkan bisikkan lirih dari balik ruang hatimu
”Yakinilah pilihan, ketika kau menyanggupi saran Tuhan
Untuk hidup berdampingan bersama malaikat-malaikatNya”.
Semua kembali kepadamu jua
Bertemu dengan penjagamu atau meminta kepadaNya
Kekuatan memekarkan bunga di genggaman syari’atmu
Kau panggil mereka Ayah dan Bunda.

Selasa, 01 Februari 2011

Keinginan adalah penderitaan

Keinginan adalah penderitaan
Ingin ku miliki bahagiamu bersama ku
mengoyak jiwa dan raga ku
Tak mampu ku bendung sebuah lara

hingga menghempas ku ketepian hati mu
Maaf…….

sebuah kata anugrah
namun tak mampu buat mu kembali
Kabar bahagia ku sambut

walau terhenyak hati menerima
Aku berDoa semoga kau bahagia
Biarlah ku simpan rasa ini jadikan teman hari-hari ku